Langsung ke konten utama

Postingan

Daya Beli Turun ???

By. Rhenald Kasali. Saya kok ragu, daya beli turun. Kajian yg kami lakukan pada dataran mikro, menunjukkan uang sedang berpindah (Shifting), dari kalangan menengah ke atas, ke ekonomi rakyat. Dan para elit sekarang sedang sulit, karena peran mereka sebagai "Middleman" pudar akibat Disrutive Innovation, lalu mereka teriakkan "daya beli turun". Saya cek di tiga titik : 1. JNE . Ini adalah jaringan logistik, yg market share-nya sudah di atas PT Pos, dan nama perusahaannya disebut oleh semua bisnis online. Di JNE saya dapat data, bahwa pegawainya ditambah terus utk melayani pengambilan dan pengiriman logistik. Penambahan SDM dalam bbrp bulan terakhir mencapai 500 orang. Tak banyak orang yg tahu, bahwa konsumen dan pedagang beras di Kalimantan, kini lebih banyak membeli beras dan minyak goreng via tokopedia, dari Surabaya, Lombok, Makasar dll. Juga tak banyak yang tahu, bahwa angkutan kargo udara dari Solo, naik pesat utk pengiriman garmen dan barang2 kerajinan. Jug...
Postingan terbaru

Bekasi Punya Bahasa

Bekasi salah satu kota yang terdapat di Jawa Barat, yang belom tau sejarahnya Bekasi, nama Bekasi berasal dari kata Bagasasi yang artinya sama dengan Candrabhaga yang tertulis dalam Prasasti Tugu era Kerajaan Tarumanegara, yaitu nama sungai yang melewati kota ini. Kota ini bagian dari megapolitan Jabodetabek dan menjadi kota satelit dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Bukan cuman di Jakarta loh guys yang penduduknya Banyak, karna Saat ini Kota Bekasi berkembang menjadi tempat tinggal kaum urban dan sentra industri.  kota bekasi juga dijuluki sebagai Kota Patriot dan Kota Pejuang. Udah tau kan serah singkatnya? Tapi kalian udah tau belum, sebenernya bahasa khas Bekasi itu seperti apa sii? Nah, mimin jelasin lagi yaa. Seorang bijak pernah bilang bahwa “bahasa adalah cerminan sebuah bangsa”. Makanya, enggak heran kalo melalui bahasa kita bisa menebak karakteristik sebuah bangsa. Ragam kosakata yang tergelincir dari mulut-mulut orang Bekasi ini tergolong unik. B...

Veteran Di Asingkan 15 Tahun Di Nusakambangan

SOLO, Indonesia – Hadi Pranoto (87 tahun) adalah salah satu saksi hidup peristiwa perang kemerdekaan di Kota Solo dan sekitarnya. Meski usianya sudah renta, tetapi ingatannya masih melekat kuat di kepalanya. Ia lahir dan besar di Banaran, sebuah kampung kecil di Kota Solo, Jawa Tengah. Hadi adalah bekas anggota Tentara Pelajar, sebuah korps pejuang yang dibentuk oleh Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) pada saat perang kemerdekaan. Hadi bergabung dengan Tentara Pelajar sejak 1946, ketika ia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Meskipun statusnya pelajar, ia lebih sering menghabiskan waktu untuk angkat bedil dan bergabung dengan sejumlah front di daerah Surakarta, Boyolali, dan Karanganyar, ketimbang belajar di sekolah. “Kalau mau pergi sekolah, saya pamitan mau perang, bukan menuntut ilmu. Ibu sudah tahu dan selalu berdoa memohon keselamatan,” kata Hadi kepada Rappler, seraya mengenang masa lalu. Ia berperang dengan senjata seadanya karena keterbatasan perala...

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Jasanya turut dirasakan semua orang Indonesia, tapi tak satu pun dari kita tahu namanya. Sosok yang satu ini memang tidak banyak diketahui masyarakat luas. Namun jika melihat jasanya, tokoh bernama Winoto Danoeasmoro ini adalah termasuk orang kepercayaan dari Presiden Soekarno. Jasa lelaki kelahiran Purworejo saat menjadi sekretaris pribadi Ir. Soekarno tentu amatlah mendukung pencapaian berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak hanya sebagai sebagai sekertaris Ir. Soekarno, Winoto pun termasuk dalam pemuda yang terlibat membawa dua tokoh penting ke Rengasdengklok. Meski banyak perannya, nama Winoto tak banyak disorot sebab semasa hidup lelaki ini cukup jarang tampil di depan media dan jauh dari publikasi. Peran Penting Winoto Di Masa Sebelum Kemerdekaan Di antara peran penting Winoto adalah menjadi sekretaris pribadi Presiden Soekarno. Pria kelahiran 19 Oktober 1908 ini juga merupakan bagian dari tokoh pemuda yang turut serta dalam peristiwa Rengasdengklok. Per...

Kaki-kaki Surga Menghentak Dunia

SEBA BADUY tahun ini kembali digelar dengan tema "EXCITING BANTEN On SEBA BADUY ", oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bersama Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten. Dimulai dari proses penyambutan sampai pemulangan dari  21 - 22 April 2018. Dan seperti biasa ribuan kaki surga, para penjaga keArifan Lokal Leluhur Nusantara, kembali memenuhi jalanan mulai dari Pandeglang, Lebak dan terakhir Ibukota Propinsi Banten, untuk mendatangi Bapak Gede (Gubernur Banten).  Acara Seba 2108, kembali dilaksanakan di Alun-alun barat kota Serang, yang dimeriahkan beberapa artis ibukota seperti Budi Doremi, Dimulai dari Ritual penyambutan arak-arakan dari depan Museum Negeri Banten, dengan diiringi oleh hentakan Marching Band Gita Surosowan, Parade Arge boyz, Barongsai, Barisan Kang Banten dan Nong Banten, serta para rombongan Bikers Brotherhood Indonesia. Ritual penyerahan hasil bumi dari masyarakat Baduy tersebut, juga dihadiri oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim...

RAWA LUMBU : Pemilih Tertinggi Di Pilkada Kota Bekasi

Pilkada serempak 27 Juni sudah usai pada Pilwalkot Bekasi dan Pilgub Jabar, mulai dari pleno terbuka tingkat Kelurahan maupun Kecamatan telah dilaksanakan, dan kini pada hari Kamis (5/7/2018) malam akan dilaksanakan pleno terbuka KPUD Kota Bekasi. Pada pilkada serempak tahun 2018 ini tingkat partisipasi dalam Pilkada Pilwalkot dan Pilgub Jawa Barat, di Kecamatan Rawalumbu Kota Bekasi, meningkat cukup signifikan dalam tingkat partisipasi pemilihnya. Sehingga dalam pleno PPK Kecamatan Rawalumbu dengan estimasi awal mencapai 72, 79 persen dan setelah pleno PPK mencapai 72, 22 persen. Kecamatan Rawalumbu memiliki total jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 123.269 jiwa dengan suara Sah warga yang mencoblos sebanyak 90.285 jiwa. Sekretaris Camat (Sekcam) Rawalumbu, Dra. Sulastri, M.Si, mengatakan, dalam Pilkada yang sebelumnya tingkat partisipasi pemilih hanya 49,6 persen. “Alhamdulillah, pilkada 2018 ini Kecamatan Rawalumbu telah melebihi target dengan tingkat partisipasi pemi...

Gunung Sampah Di Indonesia

Kunjungan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim ke Bali pada 5-6 Juli 2018 diharapkan dapat memperkuat komitmen pemerintah dengan partisipasi seluruh masyarakat Indonesia dalam memerangi sampah plastik. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (4/7/2018), mengatakan dirinya akan mendampingi Jim Yong Kim yang melakukan kunjungan ke Bali yang fokusnya akan diarahkan untuk membahas penanggulangan sampah plastik. "Khusus untuk kunjungan Presiden Kim ke Bali pada hari Kamis dan Jumat, kami akan membahas apa saja, dan rencana kami untuk bisa mengurangi 70% sampah plastik pada tahun 2025 nanti," katanya. Luhut mengaku Kim akan turut diundang untuk mengunjungi Balai Pengelolaan Hutan Mangrove dan melakukan diskusi "meja bundar" tentang sampah dan penanganannya dengan beberapa menteri, seperti Menteri Keuangan, Menteri Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum, serta Menteri Desa. "Sampah ini masalah serius, untu...